Tuesday, August 26, 2008

Pengemis Buta dan Rasulullah SAW

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, ” Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.”

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni
Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,”Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”

Aisyah RA menjawab,”Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.”
Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.
“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana,” kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada
pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, “Siapakah kamu?”
Abubakar RA menjawab,”Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).” “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” bantah si pengemis buta itu.
”Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.”

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
”Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,
”Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,
ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....”

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Thursday, November 23, 2006

KEBAHAGIAAN

"Kebahagiaan Terletak Pada Bagaimana kita membatasi keinginan, bukan berdasarkan kepada apa yang ingin kita raih"

Kutipan tersebut mengingatkan kepada kita bahwa untuk meraih kebahagiaan tidaklah harus dengan meraih semua keinginan yang akan kita raih. Kebahagiaan bukan terletak dari harta yang kita punya. Tapi kebahagiaan terletak pada bagaimana kita membatasi keinginan-keinginan yang timbul dalam diri kita. Sebagai manusia, sudah sewajarnya dan sepantasnya kita menginginkan rumah bagus, mobil mewah atau jabatan yang tinggi. Namun apakah jika kita sudah meraih itu semua dapat menjamin kebahagiaan akan datang ??
Belum tentu, banyak kita dengar orang yang mempunyai banyak harta dan tinggal ditempat yang super mewah namun mereka tidak bahagia akan hartanya tersebut, hatinya merasa kosong dan hidupnya tidak tenang.

Monday, October 02, 2006

Jangan Berlambat-lambat Saat Harus Bertindak Cepat

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: tiadalah seseorang berjalan untuk menuntut ilmu kecuali dimudahkan Allah jalannya menuju surga dan barang siapa yang diperlambat amalnya tidak akan dipercepat keturunannya. (HR. Abu Dawud)

Tuesday, September 26, 2006

SENYUM

Manis wajahmu kulihat disana..
Apa rahsia yang tersirat..
Tapi zahirnya dapat kulihat..
Mesra wajahmu dengan senyuman

Senyuman ...senyuman...
Senyum tanda mesra..
Senyum tanda sayang..
Senyumlah sedekah yang paling mudah

Senyum di waktu susah..
Tanda ketabahan...
Senyuman itu tanda keimanan..
Senyumlah...

Senyumlah seperti Rasullullah..
Senyumnya bersinar dengan cahaya...
Senyumlah kita hanya kerana Allah..
Itulah senyuman bersedekah..
Senyumlah...


Itulah sedekah yang paling mudah...
Tiada terasa terhutang budi..
Ikat persahabatan antara kita..
Tapi senyum jangan disalah guna..

Sumber: Ita (Costing)

Bersedekah yuk..!!

Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi tiba-tiba Allah SWT mendatangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya.
Baginda menepis-nepis lengan bajunya agar belalang jatuh.
Lantas Allah SWT berfirman, ''Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?''
Nabi Ayub AS menjawab, ''Ya benar, wahai Sang Pencipta! Demi keagungan-Mu apalah makna kekayaan tanpa keberkahan-Mu.'' Kisah di atas menegaskan betapa pentingnya keberkahan dalam rezeki yang dikurniakan oleh Allah SWT. Kekayaan tidak akan membawa arti tanpa ada keberkahan. Dengan adanya keberkahan, harta dan rezeki yang sedikit akan bisa terasakan mencukupi. Sebaliknya, tanpa keberkahan rezeki yang meskipun banyak akan terasakan sempit dan menyusahkan.


Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah.
Rasulullah SAW bersabda, ''Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.''
Dalam hadis lain,Rasulullah SAW menjelaskan, ''Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi.
Yang satu menyeru, 'Ya Tuhanku,karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah'.Yang satu lagi menyeru, 'Musnahkanlah orang yang menahan hartanya'.''Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT.
Orang yang bakhil & kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya.
Sebab, menginfakkan/belanjakan harta akan memperoleh berkah,
dan sebaliknya menahannya adalah celaka.


Beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya :-

1.Mengundang datangnya rezeki.
Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa
Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, ''Pancinglah rezeki dengan sedekah.''


2.Sedekah dapat menolak bala.
Rasulullah SAW bersabda, ''Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.'‘
3.Sedekah dapat menyembuhkan penyakit.
Rasulullah SAW bersabda,''Obatilah penyakitmu dengan sedekah.'‘

4.Sedekah dapat menunda kematian & memperpanjang umur. Rasulullah SAW bersabda, ''Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur.''


Mengapa semua itu bisa terjadi?
Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah.
Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah (baik).Kekuatan & kekuasaan Allah jauh lebih besar
dari persoalan yang dihadapi manusia.
Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya,
masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah..?
Wallahu a'lam bis-shawab.


By : Suprianto - Republika